Menu

Di Tanjungbalai Ditemukan Gas Elpiji Campur Air

ISHAK LUBIS/METRO ASAHAN
Nurfazrin, warga Tanjungbalai, menunjukkan tabung gas yang diduga bercampur air.

MetroASahan.com, TANJUNGBALAI – Masyarakat pengguna gas elpiji 3 kilogram harus lebih teliti saat membeli atau isi ulang. Pasalnya, salah seorang warga di Tanjungbalai menemukan gas elpiji diduga bercampur air.

Nurfazrin (16) warga Lingkungan IV, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso Tanjungbalai didampingi orangtuanya mengatakan, mereka curiga gas yang baru dibelinya dari salah satu warung di daerah itu diduga bercampur air.

“Semalam saya disuruh Mamak beli gas 3 kg dari warung. Seperti biasa, gas kami pakai buat masak nasi dan air minum. Namun, keesokan harinya, kompor gas ngak bisa hidup lagi. Apinya tak bisa ke luar. Saya curiga, kok baru dibeli gasnya udah habis? Saya goyang-goyang tabungnya. Ada yang aneh. Seperti ada air. Aaya tidak tau apa isinya.
Tapi saya curiga itu air yang mengendap di dalam tabung,” ujar orangtua Nurfazrin kepada wartawan, Selasa (7/8) di rumahnya.

Hingga akhirnya keluarga ini terpaksa membeli gas kembali ke warung yang lain. Namun, hingga berita ini diterbitkan, gas kali ini tidak ada masalah.

Menyikapi hal itu, Budiman, warga Jalan Cokro Tanjungbalai mengaku prihatin dan kecewa terhadap pemerintah yang dinilai kurang mengawasi pendistribusian elpiji 3 kg.
Hanya saja, dia memberikan tips bagi warga yang curiga apakah tabung gas yang dibelinya berisi air atau tidak.

“Ambil paku dan tancapkan pada lobang regulasi setelah karetnya diambil. Lalu guling-gulingkan atau balikkan. Bagian atas taruh ke bawah. Jika air keluar, rekam aja pakai kamera handphone. Langsung viralkan ke media sosial. Biar oknum yang melakoni hal itu takut dan jera. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelas Budiman yang juga salah seorang pemilik rumah makan di Kisaran.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tanjungbalai Arman Fadilah mengimbau kepada masyarakat yang curiga terhadap isi tabung, agar membawa tabung tersebut ke kantor Disperindag.

“Kalau ada penemuan seperti itu, silahkan tabungnya bawa ke kantor. Biar diperiksa di hadapan para agen selaku penyalur gas elpiji. Kami juga tidak mau kalau masyarakat dirugikan. Kita akan menelusuri masalah ini ke agen pangkaan dan penyalur. Sekali lagi, jika ada penemuan seperti ini, silahkan laporkan atau berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau pihak aparat terkait,” imbau terang Arman Fadilah.

Demikian juga soal Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika pihak pangkalan dan penyalur menjual di atas HET yakni Rp16 ribu per tabung, masyarakat diimbau melaporkan hal tersebut.

“Silahkan laporkan. Kami akan lakukan penindakan tegas. Paling tidak izin usahanya akan dicabut,” tegas Arman yang juga Ketua PPM Tanjungbalai. (ilu/ma)

Loading...