Menu

OTT di Puskesmas Semula Jadi, Bendahara BPJS Tersangka

Ilustrasi.

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Personel Satreskrim Polres Tanjungbalai melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap delapan orang oknum Puskesmas Semula Jadi yang berada di Jalan Putri Malu, Lingkungan VIII, Kelurahan Semula Jadi, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, Selasa (4/9).

Perkembangan teranyarnya, satu diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal ini diungkapkan Kapolres Taanjungbalai AKBP Irfan Rifai melalui Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai AKP B Siahaan.

“Dari Hasil penyelidikan dari kedelapan orang yang diamankan ditetapkan satu orang menjadi tersangka yaitu ES (38) PNS (Bendahara) BPJS Puskesmas Semula Jadi,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai AKP B Siahaan, Rabu (5/9).

Dijelaskannya, ES ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/24/IX/2018/SU/RES T.BALAI, tanggal 04 September 2018, dengan tindak perkara tentang perkara tertangkap tangan dugaan pemotongan dana jasa pelayanan BPJS yang dibagikan kepada pegawai Puskesmas Semula Jadi.

Menurut B Siahaan, pada saat Satreskrim Polres Tanjungbalai melakukan OTT di Puskesmas Semula Jadi tepatnya di ruangan Aula dengan dugaan adanya pemotongan dana jasa pelayanan JKN/BPJS yang dibagikan kepada seluruh pegawai Puskesmas sebanyak 41 orang.

“Pada saat dilakukan penangkapan ada empat orang yang sudah diberikan dana jasa pelayanan tersebut yang sudah dipotong sebesar 12 persen dari total dana yang diterima. Setiap pegawai berbeda-beda menerima uang jasa pelayanan tersebut dikarenakan dilihat dari daftar absensi kehadiran, jabatan pemegang program, masa kerja, status pendidikan,” tambahnya.

Dijelaskan Kasat, saat anggota polisi di TKP, ditemukan Bendahara JKN/BPJS ES sedang membagikan uang kepada Elisa Krisnita Purba sebesar Rp4.912.000 sudah dipotong 12 persen yang seharusnya diterimanya sebesar Rp5.581.349.

“Petugas memanggil Kepala Puskesmas Semula Jadi yang sedang berada di dalam ruangannya untuk melihat kegiatan tersebut di Aula Puskesmas. Setelah petugas berhasil mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut, selanjutnya barang bukti dan Bendahara BPJS serta Kepala Puskesmas Semula Jadi dibawa ke Polres Tanjungbalai guna dilakukan pemeriksaan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Hasil keterangan dari Bendahara Puskesmas bahwa pemotongan dana jasa pelayanan BPJS sebanyak 12% atas perintah Kepala Puskesmas Semula Jadi, NP (41).

Pada Bendahara tersebut dikenakan Pasal 12 f UU no 31 Tahun 1999. Barang bukti yang disita dan diamankan di Mapolres Tanjungbalai berupa 1 (satu) buah pulpen, 6 (enam) lembar kertas tanda terima honor jasa pelayanan, 1 (satu) buah buku polio yang berisikan tulisan atau catatan jumlah uang JKN/BPJS yang telah diambil untuk periode bulan Juni, Juli dan Agustus tahun 2018, 1 (satu) unit kalkulator, dan 1 (satu) buah kantong plastik warna hitam serta uang tunai sebesar Rp33.950.000. (CR-1/pjs/ma)

Loading...