Ngeri! Dua Mayat Ditemukan dengan Tangan dan Kaki Terikat

Bagikan:
Petugas mengevakuasi mayat yang sudah membusuk dari Perairan Pulau Pandan.

MetroAsahan.com – Tim Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Tanjungbalai Asahan (TBA), Personel Lanal TBA, orang dari Radio RAPI mengevakuasi dua mayat di Pulau Pandan, Perairan Kabupaten Asahan.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan sembilan orang dalam tim dengan nelayan, diperoleh info bahwa korban ditemukan mengapung di sekitar Pulau Pandan, Perairan Kabupaten Batubara pada titik koordinat N 03.31.471 dan E 099.45 486, pada Selasa (16/10).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, awalnya penemuan mayat tersebut oleh masyarakat nelayan dan dilanjutkan melaporkannya kepada Basarnas TBA.

Selanjutnya, personel gabungan berangkat untuk melaksanakan evakuasi mayat di Pulau Pandan. Sehingga sekira pukul 01.30 WIB, tim menemukan sesosok mayat laki-laki dan dan sekira 30 menit kemudian di titik koordinat yang sama kembali ditemukan mayat perempuan.

“Kedua mayat dievakuasi dari Panton Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan dengan menggunakan ambulance RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai menuju Kamar Mayat RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai,” terang Dirut RSUD Tanjungbalai dr Nurhidayah Agafa Ritonga melalui Dokter jaga, dr Karmila Dewi didampingi Kepala Instalasi Kamar Jenazah Atur Simangonsong dan Staff nya Ilham Sinambela.

Dikatakannya, dari hasil visum luar, mayat perempuan tidak menggunakan pakaian sehelaipun dengan kondisi tangan terikat ke belakang menggunakan tali nilon (jemuran) berwarna biru, mulut dilakban plastik, namun telah turun hingga ke leher dan kondisi tubuh mayat sudah mengalami pembusukan hampir 100 persen.

Sedangkan mayat laki-laki kondisi juga sama. Memakai baju warna biru dan hijau bercorak liris putih dengan menggunakan celana training warna hitam dan celana dalam warna coklat.

“Kondisi tubuh kedua mayat perempuan dan laki-laki tanpa identitas itu sudah mengalami pembusukan hampir 100 persen. Saat ini kedua mayat diduga menjadi korban pembunuhan berada di kamar mayat RSUD Kota Tanjungbalai,” jelasnya.

Atur Simangunsong mengimbau, agar siapa saja pihak keluarga yang merasa kehilangan, diimbau mendatangi RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai untuk mengenali kedua mayat, serta membawa identitasnya.

Namun bila dari masyarakat atau pihak keluarga tidak ada yang mengaku kehilangan keluarga, maka pihak RSUD Tanjungbalai akan menguburkannya di Pemakaman Umum Kota Tanjungbalai sesegera mungkin disebabkan bau tidak sedap. (cr1/pojoksumut/ma)

Bagikan: