Kepling, Camat dan Lurah Wajib Data Warganya

Bagikan:

MetroAsahan.com, SEMENTARA Walikota Tanjungbalai HM Syahrial mengimbau warga untuk lebih peka dan aktif melihat kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal.

Ini berkaitan dengan penggerebekan terduga teroris di Gang Jumpul, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai pada Kamis sore (18/10).

“Saya mengimbau kepada masyarakat Tanjungbalai dimanapun berada, untuk tetap hati-hati dan waspada terhadap ancaman terorisme dan tindakan radikalisme,” ujarnya, Jumat (19/10).

Dia meminta jika ada hal-hal dan kegiatan yang mencurigakan, masyarakat diminta untuk langsung melaporkannya kepada Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat tempat tinggalnya.

“Saya juga mengimbau kepada Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat untuk mengecek, mengawasi dan mendata warganya, terlebih warga pendatang baru. Dan, jika menemukan adanya kegiatan yang mencurigakan agar segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang baik Kepolisian dan TNI,” ungkapnya.

Sehubungan dengan kejadian teror di Kota Tanjungbalai, lanjutnya, Pemerintah Kota Tanjungbalai mengapresiasi dan mendukung penuh kinerja Kepolisian Republik Indonesia khususnya Densus 88 anti teror yang telah bertindak dengan cepat.

Selanjutnya, Wali Kota Tanjungbalai mengatakan pihaknya mengutuk keras aksi terorisme di Kota Tanjungbalai yang telah terjadi.

“Agar Polri dengan dukungan penuh seluruh elemen pemerintahan terkait melakukan operasi penegakan hukum yang keras terhadap kelompok-kelompok teroris yang ada di Wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Tanjungbalai,” tegasnya.

“Saya juga mengajak semua pihak terkait mulai dari Kepala Lingkungan, Lurah, Camat, Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Para Ulama untuk bersama-sama menolak keras paham Radikalisme dan tindakan Terorisme di Kota Tanjungbalai,” lanjutnya.

“Kita berharap kondisi Kota Tanjungbalai yang telah damai tidak diciderai dengan masuknya paham Radikalisme yang dapat mengganggu kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat Tanjungbalai yang telah dijaga dan terpelihara hingga saat ini,” pungkasnya. (CR-1/pojoksumut/ma).

Bagikan: