Oknum Polisi dan Warga Malaysia Bawa Sabu 15 Kg

Bagikan:
Ketiga Tersangka yang diamankan Polisi dan Polres melakukan Konfrensi PERS terkait penagkapan Sabu seberat 15 Kg. (Ishak Lubis/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Oknum Polres Tanjung Balai dan seorang warga negara Malaysia terlibat jaringan sindikat peredaran narkoba internasional. Tiga orang diduga terlibat pada pengiriman 15 kg sabu ini termasuk seorang pengurus partai di daerah itu.

Informasi dihimpun, anggota Polri yang ditangkap yakni Brigadir DP (30). Warga Dusun I Desa Sipaku Area, Simpang Empat, Asahan ini bertugas di Satuan Intelkam Polres Tanjung Balai.

Sementara WN Malaysia yang diamankan berinisial NFBR (23), warga Jalan Teratai Sungai Kajang Baru 45500 Tanjung Karang, Selangor, Malaysia. Dia dan DP ditangkap bersama AY (36), warga Jalan Mayor Umar Damanik, Lingkungan V Pantai Burung, Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai. A sendiri merupakan Ketua Partai Golkar Kecamatan Tanjungbalai Selatan.

Penangkapan ketiganya dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Balai di Jalan Cokroaminoto, Kisaran Barat, Asahan, pada Selasa (17/12). Dalam penangkapan itu petugas menyita barang bukti berupa 15 bungkus plastik bermerek Guanyinwang, rata-rata berisi 1 Kg sabu-sabu; 3 ransel hitam, 1 unit mobil Suzuki Vitara putih BK 1686 SA, 1 unit mobil Toyota Innova hitam BK 1565 TW, dan sejumlah telepon selular.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SH SIK dalam konferensi persnya di halaman Mapolres, Kamis (20/12) memaparkan hasil tangkapan Tim Satres Narkoba jajarannya tersebut.

Narkoba jenis sabu itu, ungkap Kapolres dibawa dua unit mobil, rencananya akan dibawa dari Tanjungbalai ke Kota Medan untuk dipasarkan.

Ketiga tersangka yang  diamankan, Brigadir DP (30) yang bertugas di Satuan Intelkam Polres Tanjungbalai dan dua tersangka lainnya, AY (36) penduduk Tanjungbalai dan Nur Famizal bin Ramdan (23) Warga Negara Malaysia.

Ketiganya ditangkap hari Rabu (19/12) di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Kapolres menambahkan, penangkapan ketiganya setelah petugas kepolisian mendapatkan informasi perihal adanya narkoba masuk ke Tanjungbalai melintas di lokasi tersebut.

Mendapat informasi tersebut, personel Satres Narkoba Polres Tanjungbalai dipimpin Kanitnya, AKP Adi Haryono SH melakukan pengejaran setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Polres Asahan, karena jalur lintasannya memasuki wilayah hukum Polres Asahan.

Saat tiba di jalan Cokroaminoto, Kota Kisaran, petugas mengamankan mobil suzuki Vitara BK 1686 SA. Didalam mobil ditemukan 3 tersangka, yakni Brigadir DP, AY dan Nur Faizal.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ketiga tersangka diamankan di Satres Narkoba Polres Tanjungbalai.

Hasil interogasi terhadap tersangka, diperoleh informasi bahwa mobil pembawa sabu adalah mobil yang tadinya berada di belakang mereka, Toyota Innova BK 1565 TW yang dikemudian Rio dan AL, keduanya DPO.

Personel Satres Narkoba berupaya melakukan pencarian terhadap mobil tersebut.

Sekitar pukul 02.00 Wib diperoleh informasi dari masyarakat, melihat mobil yang dimaksud terparkir tanpa pengemudi  di perkebunan sawit di jalan lintas Sumatera Simpang Pasar 1, Desa Perkebunan Sukaraja, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Selanjutnya personel Satresnarkoba membawa ketiga tersangka ke lokasi ditemukannya mobil dimaksud.

Setibanya di lokasi didampingi Kepala Lingkungan dan warga, petugas memerintahkan tersangka untuk membuka mobil itu. Setelah dibuka, ditemukanlah 15 bungkus Teh China warna hijau merek Guan Yinwang yang ternyata di dalamnya berisi Narkoba jenis sabu dengan berat 15 Kg.

“Informasi yang sempat tersebar mengatakan, dalam kasus tersebut ada keterlibatan oknum perwira di jajaran Polres Tanjungbalai, informasi itu tidak benar,” katanya.

Ketiga pria itu kini ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat ancaman Pasal berlapis, yaitu Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 132 ayat (1) UU tentang Narkotika. Ancamannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun sampai dengan hukuman mati.

DIPECAT

Ketua DPD Golkar Kota Tanjungbalai M Syahrial membenarkan anggotanya diamankan polisi diduga terlibat dalam kasus narkoba tersebut.

“Ya benar, saya sudah langsung perintahkan sekretaris untuk mengambil tindakan. Kita akan langsung plt kan dulu,” kata Syahrial, Kamis (20/12).

Syahrial menjelaskan bahwa Partai Golkar selalu tegas bagi seluruh kader mereka yang terlibat pelanggaran hukum dan juga narkoba.

Karenanya, mereka tidak akan mentolerir bentuk-bentuk keterlibatan kader dengan kasus-kasus tersebut.

Syahrial yang juga menjabat sebagai Wali Kota Tanjungbalai mengatakan, bahwa Partai Golkar tidak main-main dan menindak tegas kepada kader yang terlibat dalam penyelanggunaan narkoba.

“Itu sudah menjadi komitmen partai,” tegas Syahrial. (ilu/trb/mdc/int/ma)

Bagikan: