7 Kg Sabu Dikemas Dalam Teh China

Bagikan:
Kapolres Tanjungbalai dalam konfrensi persnya di halaman Mapolres. (Ishak Lubis/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – POLRES Tanjungbalai bekerjasama dengan Polres Tangerang Selatan berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 7 kilogram, Minggu (23/12).

Sabu yang dikemas dalam teh China itu rencannya akan dibawa ke Medan. Dalam penangkapan kali ini, polisi menangkap empat pengedar narkotika jenis sabu yang merupakan jaringan internasional asal Myanmar-Malaysia.

“Kita berhasil melakukan penangkapan terhadap keempat tersangka ini pada Jumat (21/12) sekira pukul 21.53 WIB,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, Minggu (23/12).

Keempat tersangka masing-masing, Jefri Fikri (25), nelayan, warga Dusun T Banta, Desa Gampong, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur; Amar Faudal (26), sopir, warga Desa Gampong Baru, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur; Iskandar (42), nelayan, warga Jalan Sehat, Lingkungan III, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai dan Selamet Franky Sianipar (33), nelayan, warga Jalan Arteri, Gang Beringin, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Suksesnya penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Kepada polisi, informan menyebut, ada satu unit mobil Toyota Avanza BL 1168 D akan melintas di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

“Mendapat informasi itu, anggota langsung ke TKP dan melihat mobil yang dimaksud sedang melintas. Terus kita cegat dan langsung kita amankan,” ujarnya.

Saat anggota Sat Res Narkoba melakukan pemeriksaan di bagian belakang mobil, personel menemukan tujuh bungkus plastik kemasan teh China merek Guanyinwang yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 7 kilogram. “Jadi masing-masing satu bungkus berisi satu kilogram narkotika jenis sabu-sabu,” katanya.

Mendapati barang bukti tersebut, personel langsung mengamankan keempatnya ke Polres Tanjung Balai untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres mengatakan, keempatnya merupakan pengedar narkotika jenis sabu-sabu skala internasional.

“Jadi mereka ini jaringan pengedar Malaysia-Tanjungbalai-Medan,” ujarnya seraya menyatakan keempat tersangka sudah ditahan di Polres Tanjung Balai untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain tersangka dan 7 kg sabu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza BL 1168 D, 5 unit handphone merk Samsung jenis E 1272, dua unit handphone Xiaomi jenis not4x dan red5, dua dompet warna hitam dan coklat, dua buah KTP, satu STNK mobil BL 1168 D, satu SIM B1, dua kartu BPJS, satu unit kapal boat warna coklat dan dua unit handphone merek Nokia.

“Kita juga mengamankan uang tunai sejumlah Rp3.850.000,” katanya.

Akibat perbuatannya, keempat tersangka dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) subs pasal 115 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) subs pasal 132 ayat (1) dengan hukuman paling singkat 6 tahun, danpaling lama 20 tahun atau maksimal seumur hidup atau pidana mati. (ilu/bbs/ala/spg/ma)

Bagikan: