Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Pengolah Sampah

Bagikan:
Mesin pengolahan sampah yang diduga dikorupsi. (F/ Int/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Dua tahun berlalu, kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pengolah sampah di Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Pemko Tanjungbalai yang di usut penyidik Tipikor Polres Tanjungbalai menemui titik terang.

Pasalnya, pertengahan Januari tahun 2019 ini pihak penyidik Polres Tanjungbalai akan menetapkan siapa tersangka utamanya.

“Pertengahan bulan Januari 2019 ini kita akan menetapkan tersangka kasus korupsi pengadaan mesin pengolah sampah an-organik di Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Pemko Tanjungbalai,” terang Kapolres AKBP Irfan Rifai baru-baru ini di Aula Pesat Gatra Mapolres Tanjungbalai.

Dikatakannya, untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini tidak bisa sembarangan. “Selama ini kita memang tidak bisa memberikan keterangan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pengolah sampah itu. Karena kita tidak ingin akibat ekspos dari media cetak maupun elektronik bisa mengganggu penyelidikan. Sehingga pelaku pelaku yang ada keterkaitannya dengan pengadaan mesin pengolah sampah bisa melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti,” jelas Irfan.

Sekadar untuk diketahui, sejak dibeli Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Tanjungbalai pada tahun 2015 lalu, pengadaan mesin pengolah sampah dengan harga sebesar Rp1,8 miliar tersebut ditemukan sarat penyimpangan. Sehingga pada tahun 2016 penyidik Tipikor Polres Tanjungbalai melakukan penyelidikan.

Dalam penyelidikan yang cukup panjang, kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pengolah sampah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Pemko Tanjungbalai membuahkan hasil. (cr-1/pojoksumut/ma)

Bagikan: