Pemko Tanjungbalai Dukung Larangan Impor Pakaian Bekas

Bagikan:
Ilustrasi

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Pemko Tanjungbalai menyatakan tetap mendukung penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Permendag No.51/M-DAG/PER/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Tanjungbalai H Muhammad Syahrial, menanggapi aksi unjuk rasa ratusan warga mengatas namakan pedagang Pasar TPO Kota Tanjungbalai, beberapa waktu lalu.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Pemko Tanjungbalai wajib mendukung dan menjalankan peraturan sesuai undang-undang atau peraturan yang berlaku,” ujar Syahrial, di balai kota setempat.

Menurut Wali Kota, terkait melegalkan impor pakaian bekas (ballpres) yang menjadi tuntutan para pedagang, Pemko Tanjungbalai akan mengikuti saran pemerintah dan tetap berpedoman pada Permendag 51/2015.

Namun demikian, Pemko tetap peduli terhadap aspirasi masyarakat pedagang Pasar TPO, dengan cara segera menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tanjungbalai.

“Secepatnya dalam bulan ini kami akan  menggelar rapat koordinasi bersama FKPD guna mencari solusi yang terbaik dalam penyelesaian masalah ini,” ungkapnya.

Wali Kota menambahkan, sebelum pedagang menggelar aksi pekan lalu, Pemko Tanjungbalai beberapa bulan yang lalu telah melakukan koordinasi ke Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri, namun hasilnya pemerintah pusat tetap pada keputusan tidak dapat melegalkan impor pakaian bekas.

Kalaupun memungkinkan, pemerintah pusat akan meninjau ulang Permendag tersebut, khususnya terkait melegalkan impor pakaian bekas di Kota Tanjungbalai. Bagaimana teknisnya, Pemko Tanjungbalai tetap menunggu petunjuk dan arahan dari pemerintah pusat.

“Jika nantinya ada perubahan diperbolehkan (impor) dengan alasan tertentu, Pemko Tanjungbalai tentu bersyukur karena sangat memberikan manfaat dan peningkatan ekonomi masyarakat di Tanjungbalai,” sebut Syahrial. (ck-01/per/ahu/ma)  

Bagikan: