Terjatuh ke Sungai Lalu Menghilang…

Bagikan:
foto Chairil semasa hidupnya.

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Chairil Khanafi Chaniago, bocah berusia 6 tahun yang dilaporkan hilang sejak Senin (21/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB lalu hingga Rabu (23/1) siang belum juga ditemukan. Bocah laki-laki ini terjatuh dari belakang rumahnya dan tenggelam di Sungai Kapis saat air sedang pasang.

Saat ini tim gabungan dari Basarnas Tanjungbalai-Asahan, Sat Polair, TNI AL dan BPBD Kota Tanjungbalai sedang melakukan penyisiran sejauh kurang lebih 3 kilometer di sekitar rumah korban di Gang Jurung Lingkungan, II Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung.

“Informasi dari masyarakat dan keluarga, sekitar jam 16.00 WIB keberadaan korban tidak kelihatan lagi di rumah. Pihak keluarga kemudian mencarinya ke rumah tetangga. Namun ada yang melihat katanya korban terakhir kali main di belakang rumahnya yang langsung ke sungai dan mendengar suara seperti benda terjatuh ke air,” kata Riduan Parinduri, petugas BPBD Tanjungbalai kepada wartawan, Rabu (22/1).

Berdasarkan keterangan tersebut, pihak keluarga melaporkan kalau Chairil tenggelam ketika bermain di belakang rumah mereka, saat air sungai Kapias sedang pasang. Pada saat itu, Rahmayani dan Ali, kedua orangtuanya korban sedang berjualan di jalan, tepatnya depan gang rumah mereka.

“Sekarang masih kita lakukan pencarian dibantu warga dan keluarga dengan menggunakan perahu karet maupun sampan nelayan. Menurut informasi yang kita terima, kondisi fisik korban sedikit kurang normal. Korban diduga tenggelam di sungai saat sedang bermain bersama teman-temannya,” jelasnya.

Terpisah, Deni (21), salah seorang warga setempat mengatakan, sore itu, dia mendengar suara seperti benda terjatuh ke sungai. Meski begitu, dia tidak melihat langsung, apakah itu bocah tersebut atau tidak.

“Saya sempat mendengar sesuatu, seperti benda terjatug ke sungai. Tapi aku ngak tau apakah benda itu korban atau tidak,” kata Deni.

Pantauan wartawan di lokasi, anggota Basarnas Tanjungbalai-Asahan mengelilingi sungai sembari memutar-mutar air dengan menggunakan perahu karet mesin di sekitar lokasi pencarian, agar benda-benda di sekitarnya bisa mengapung.

Sementara Rahmayani, Ibu korban mengatakan,saat kejadian ia lagi jualan cendol di ujung gang rumah mereka.

“Aku pulang sebentar mau ambil gula ke rumah sekalian menengok anakku itu. Begitu sampai di rumah, barulah sadar anakku itu nggak ada. dicari satu jam di sekitar rumah tetangga, tapi nggak ada juga,” ungkap wanita berkulit sawo matang itu. (ck-02/per/ma)

 

Bagikan: