38 Kg Sabu Asal Malaysia Direbus

Bagikan:
Walikota Tanjungbalai disaksikan Kapolres saat memeriksa barang bukti narkoba sebelum dimusnahkan. (Deva Amri Lubis / Metro Asahan)

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Kota Tanjungbalai masih menjadi jembatan pintu masuk narkoba jaringan internasional. Hal itu terbukti dari banyaknya narkoba jenis sabu yang datang dari negeri jiran. Dalam kurun waktu dua bulan saja, sebanyak 38 kilogram sabu gagal beredar di Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SH SIK dalam pemaparan pemusnahan barang bukti sabu di halaman Mapolres setempat mengatakan, barang haram itu didapat dari lima pengungkapan kasus berbeda dengan jumlah tersangka sebanyak 16 orang.

“Hari ini dilakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu pengungkapan kasus selama dua bulan yakni Desember dan Januari. Total barang bukti sebanyak 38 kilogram. Namun untuk kepentingan penyidikan dan uji lab, dipakai sebanyak 36.717,83 gram,” kata Kapolres Irfan Rifai kepada sejumlah awak media, Rabu (6/2).

Kapolres menegaskan, sebelum barang bukti dimusnahkan dengan cara direbus, pihaknya sudah terlebihdahulu memastikannya apakah benar sabu melalui uji Labfor di Cabang Medan. Dan, hasilnya benar.

“Seluruh barang bukti ini berasal dari Malaysia. Kita musnahkan semua tanpa ada yang tersisa dengan cara direbus,” ujarnya.

Kapolres merincikan, adapun pengungkapan lima kasus tersebut di antaranya didapat dari tersangka Agus Yanto dan rekannya dengan barang bukti sebesar 14.525,7 gram.

Dari tersangka Jefri Fikri sebanyak 6.778,66 gram dan rekannya. Dari tersangka Alpian Suhendri dan rekannya sebanyak 757,77 gram. Dari tersangka Bunaya Abdurahman Nasution sebanyak 130 gram, dan dari tersangka Rudi dan rekannya sebanyak 14.525,7 gram.

Hadir dalam acara pemusnahan itu, Walikota Tanjungbalai HM Syahrial SH MH. Dia mengapresiasi komitmen Polres Tanjungbalai dalam pengungkapan kasus narkoba yang gencar dilakukan untuk memutus mata rantai peredarannya.

“Saya sangat mengapresiasi sekali terhadap kinerja Kapolres Tanjungbalai bersama jajarannya. Kita tahu narkoba punya sifat merusak. Mari sama-sama kita selamatkan generasi bangsa dan anak muda di Kota Tanjungbalai dari narkoba,” kata Syahrial.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan melaporkan kasus peredaran narkoba ini ke aparat penegak hukum sebagai bentuk usaha dan perjuangan bersama melawan narkoba.

“Bagi masyarakat yang mengetahui kasus seperti ini, segeralah melaporkannya ke polisi. Supaya sama-sama kita bekerja memberantas peredaran narkoba,” ujarnya. (kis-01/per/ma)

Bagikan: