Periksa Hotmix, Petugas BPK Sumut Dituding Alergi Pada Wartawan

Bagikan:
Beberapa petugas dari BPK Perwakilan Sumut bersama pihak Dinas PUPR Tanjungbalai saat mengambil sampel bangunan hotmix di Jalan Semenanjung yang dibangun melalui APBD TA 2018, Selasa (12/3).

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI- Petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut bersama pihak Dinas PUPR Tanjungbalai yang melakukan pemeriksaan lapangan terhadap bangunan hotmix di beberapa lokasi proyek infranstruktur di Kota Tanjungbalai, terkesan alergi terhadap wartawan.

Pasalnya, petugas BPK RI ini menolak wartawan yang datang ke lokasi untuk mengabadikan momen pemeriksaan tersebut. Bahkan, telepon genggam salah satu wartawan sempat dirampas oleh salah seorang petugas BPK RI tersebut. Hal itu dikatakan H Adi Sastra (65) salah seorang wartawan yang mengalami kejadian itu, ketika diwawancarai wartawan, Selasa (19/3).

“Kejadian itu terjadi pada hari Jumat (15/3) lalu, saat itu petugas BPK RI sedang memeriksa proyek hotmix di Jalan Lingkar Utara Tanjungbalai. Pada saat itu, saya mengabadikan foto pemeriksaan mereka, namun salah satu petugas merampas handphone saya. Kemudian setelah kami berdebat, baru Hp saya dikembalikan mereka,” tutur H Adi kepada beberapa wartawan yang baru mengetahui kejadian yang dialaminya.

Ditambahkan H Adi, dirinya datang ke lokasi pemeriksaan BPK hanya untuk menjalankan tugas jurnalistik, yaitu mengambil gambar pelaksanaan pemeriksaan untuk bahan pemberitaan. Sehingga, dirinya sangat menyayangkan sikap petugas BPK yang tidak beretika terhadap wartawan. “Saya datang bukan menghambat kerja mereka. Hanya menunaikan tugas wartawan. Tiba-tiba waktu saya habis memotret, Hp saya dirampas petugas. Setelah kami berdebat, baru Hp saya dikembalikan,” ucap Adi.

“Saya menilai, sikap mereka itu sudah menghalang-halangi tugas jurnalistik sesuai UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang Tugas Pokok wartawan dan Kode Etik Jurnalistik. Karena pada intinya, saya tidak menghambat kerja mereka. Tapi mereka yang menghambat kerja saya selaku wartawan,” tukasnya. Hal serupa juga dialami Regen Silaban (32) wartawan yang mencoba mendatangi lokasi pemeriksaan petugas BPK RI tersebut.

“Saya juga mengalami hal serupa. Kejadiaanya, Selasa (12/3) lalu, ketika mereka memeriksa bangunan hotmix di Jalan Pahlawan dan di Jalan Semenanjung Kota Tanjungbalai. Waktu itu saya dipanggil mereka. Dan seorang perempuan sepertinya ketua tim pemeriksa mengatakan bahwa pekerjaannya tidak mau difoto. Bahkan, saya diancamnya, katanya seperti ini, saya gak mau difoto-foto. Awas kalau ada fotoku diberitakan. Kucari kau,” ucap Regen Silaban meniru ucapan wanita itu.

Informasi dihimpun wartawan, BPK RI Perwakilan Sumut melakukan pemeriksaan lapangan terhadap realisasi penggunaan APBD tahun 2018 selama 24 hari, terhitung sejak tanggal 4 Maret s/d 26 Maret 2019. Petugas BPK RI bersama Dinas PUPR setempat memeriksa bangunan-bangunan proyek yang ada di Tanjungbalai. Amatan wartawan, di lokasi pemeriksaan bangunan hotmix di Jalan Pahlawan dan di Jalan Semenanjung Kota Tanjungbalai, terlihat beberapa orang petugas BPK bersama Dinas PUPR Tanjungbalai melakukan pengukuran serta memberikan tanda dan mengambil sampel bangunan hotmix didua lokasi bangunan tersebut.

Seorang wanita yang termasuk dalam rombongan tim BPK melarang beberapa wartawan yang mengambil foto dengan alasan, bahwa dirinya tidak suka di foto. Bahkan wanita itu sempat melontarkan kata-kata seperti mengancam wartawan yang berada di lokasi mengabadikan momen tersebut. Hingga berita ini dikirim ke redaksi, tidak ada satupun pihak terkait yang bisa dimintai tanggapannya terkait pemeriksaan yang dilakukan BPK dilokasi bangunan hotmix tersebut. (ck-04/ahu/ma)

Bagikan: