TNI AL Gagalkan Penyeludupan 66 TKI Ilegal dari Malaysia

Share this:
Nakhoda dan 2 ABK yang mengangkut 66 TKI illegal diamankan personel TNI Angkatan Laut Tanjungbalai-Asahan.

METROASAHAN.COM, TANJUNGBALAI- TNI Angkatan Laut Tanjungbalai-Asahan (TBA) menggagalkan satu unit kapal motor tanpa nama yang berisikan penyelundupan 66 orang TKI ilegal dari Malaysia yang pulang melalui jalur laut.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Tanjungbalai Asahan Letkol Laut (P) Ropitno M Tr Hanla didampingi Kepala seksi operasi(Pasop) Kapten Laut (P) Bentar Ari Wibisono, Kamis (8/8), mengatakan, perahu tanpa nama yang mengangkut puluhan TKI ilegal tersebut diamankan oleh Patkamla SSU I-I-54 pada koordinat 02°51’07” U – 100°03’40” T Selat Malaka, pada Rabu (7/8) sekitar pukul 13.30 WIB.

”Semua ini merupakan hasil kerja keras Tim F1QR Lanal TBA dibantu tim Satgas dari Jakarta dan Lantamal I guna mencegah masuknya terorisme dan narkoba melalui jalur TKI ilegal,” ujar Letkol Laut (P) Ropitno kepada pers di Mako Denpomal di Jalan Masjid, Tanjungbalai.

Danlanal menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dan penyidikan sementara, perahu itu dinakhodai H (30) warga Dusun 7, Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan.

Selain nakhoda, juga ada dua orang ABK yakni, A(42) warga Desa Sungai Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan dan S (29), warga Dusun 6, Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.
“Nakhoda merupakan tersangka yang diduga melanggar undang-undang pelayaran, dan undang-undang ketenagakerjaan. Sedangkan status ABK adalah saksi,” ucap Letkol Laut (P) Ropitno.

Lanjutnya, sesuai fungsinya personel TNI AL bertugas menjaga stabilitas keamanan laut, sehingga pihaknya tetap berkomitmen untuk bekerja keras menjaga keutuhan NKRI baik itu dari rongrongan yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri.
Kemudian, demi mencegah adanya barang-barang terlarang seperti narkoba, senjata api atau bahan lainnya yang dibawa dari Malaysia, maka terhadap nakhoda, ABK dan para TKI ilegal tersebut masih dilakukan pemeriksaan mendalam.
“Terkait penyidikan terhadap tersangka H tetap dilakukan oleh pihak AL. Setelah dinyatakan lengkap berkas dan barang bukti, maka akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjungbalai-Asahan,” katanya.

Sesuai catatan, 66 orang TKI ilegal yang diangkut kapal motor tanpa nama dinakhodai H terdiri dari 59 orang laki-laki dan 7 orang perempuan dan dari jumlah itu juga terdapat 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Saat ini, TKI ilegal, nakhoda dan ABK masih menjalani pemeriksaan di Mako Lanal TBA. Atas perbuatannya nakhoda kapal kini terancam undang undang pelayaran. Sedangkan sebanyak 66 tenaga kerja ilegal diserahkan ke kantor imigrasi Tanjungbalai Asahan sebelum dipulangkan ke rumahnya masing masing. (ck04/rah)

Share this: