Kapak di Tangan Kanan, Racun di Tangan Kiri, Mana Kau Pilih?

Bagikan:
Ilustrasi

MetroAsahan.com – Apakah Rohadi (45) sedang main debus sehingga unjuk kebolehan mau minum racun bersama istri? Ternyata bukan! Ini sekadar wujud kekesalan lantaran istrinya, Ny Dasiyah  (40) minta cerai melulu. Tapi mana ada orang mau diajak mati, sehingga istri pun memberontak. Tapi akibatnya tambah sadis, Dasiyah malah dikampak!

Tahun 1980-an pernah ada lagu “Madu dan Racun” yang dinyanyikan Ari Wibowo meledak di pasaran, mengumandang dari radio swasta dan pemerintah. “Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku…..!” Lagu ini sepertinya menggambarkan keraguan seorang lelaki, bisakah dia hidup bahagia bersama wanita yang sangat dicintai, atau bakal masuk jurang kesengsaraan sehingga makan racun sehari-hari.

Istri Rohadi yang tinggal di Kragilan, Kabupaten Serang, menghadapi kenyataan yang mirip-mirip seperti itu. Pagi-pagi, sekira pukul 08.00 WIB, Dasiyah disusul suami yang sambil membawa racun di tangan kiri dan kapak di tangan kanannya. “Engkau yang cantik, engkau yang manja, selalu galak sikapmu. Kau lihat di tanganku, racun di tangan kiriku, kapak di tangan kananku. Aku tak tahu, yang mana yang kuberikan padamu…..!” begitu kira-kira kata Rohadi sambil plesetan lagu Madu dan Racun-nya Arie Wibowo.

Kenapa Rohadi bersikap seperti itu? Sedang kumat atau mau main debus? Bukan, dia memang sedang anti klimaks dalam kemarahannya. Rohadi ingin memberi pelajaran pada istrinya, yang hampir setiap hari merengek-rengek minta carai melulu. Padahal, sebagai suami dia masih sangat mencintai Dasiyah. Paling sial, gara-gara permintaan cerai tak diladeni, Dasiyah malah pergi dan tinggal di rumah anak perempuannya. Ini kan kacau, karena Rohadi tak pernah lagi memperoleh kehangatan di malam hari.

Bagikan: